Komputer Sering Restart

Komputer Sering Restart
Komputer sering restart sendiri atau tiba-tiba restart merupakan masalah yang sering dialami oleh banyak user. Masalah tersebut tentunya sangat menjengkelkan apabila kita sedang asyik-asyiknya mengetik tugas misalnya, namun harus hilang dan mengulangnya dari awal lagi karena kita lupa atau tidak rutin menekan tombol ctrl+s untuk menyimpan pekerjaan yang sedang kita kerjakan. Jika hal tersebut (komputer restart sendiri) dialami oleh komputer Anda, berikut indikasi atau akar masalah yang segera harus anda lakukan pengecekan :

1. Power Supply
Untuk mengetahui akar masalah dari komputer Anda yang sering restart sendiri, pada artikel ini saya letakkan power supply pada bagian pertama. Kenapa ? Karena Power Supply merupakan penyuplai arus yang utama. Jika arus yang tersuplai memiliki daya yang kurang, hal ini sangat berbahaya untuk kondisi komputer Anda. Masih lumayan jika hanya restart, bagaimana jika harddisk Anda mengalami bad sector atau komponen elco pada motherboard menggelembung sampai pecah ?  Jadi silahkan cek dulu power supply Anda sampai dapat dipastikan masih dalam kondisi prima. Untuk mengetahuinya, secara manual Anda dapat rasakan putaran kipas internal yang dihasilkan atau dengan membongkar power supply kemudian mengamatinya apakah ada komponen yang aus semisal elco menggelembung atau debu yang banyak menempel pada permukaan komponen dan kipas. Jika power supply Anda rasa sudah tidak begitu prima, sebaiknya diganti dengan yang baru. Harga power supply baru yang standar berkisar Rp 95.000 dan dapat Anda dapatkan di toko komputer terdekat.

2. Processor
Overheat atau panas yang berlebih pada prosessor juga sangat mendukung terjadinya masalah komputer restart sendiri.Untuk mengatasi hal tersebut, silahkan buka fan prosessor dan tambahkan thermal pasta pada permukaan prosessor. Hati-hatilah ketika membuka fan, karena disini sering mudah patah pada pengunci fan. jika fan kotor, jangan malas untuk membersihkannya dengan kuas ya !. Thermal pasta bisa Anda dapatkan di toko komputer terdekat dengan harga berkisar Rp 7.000 s.d. Rp 15.000. Jika fan sudah bersih dan prosessor sudah memiliki cukup thermal pasta, selanjutnya silahkan Anda lihat suhu prosessor Anda melalui bios. Biasanya terletak pada menu hardware monitor atau pc health status. 

3. VGA Card
Hardware selanjutnya yang perlu di cek adalah VGA Card yang terpasang pada slot AGP atau PCI-E komputer Anda. Indikasi lainnya bila VGA Card mulai rusak adalah pecahnya gambar pada monitor atau perpindahan kursor mouse yang melambat (ngelek) bahkan ngehank. Untuk mengatasinya, silahkan Anda lepas VGA Cardnya dan bersihkan slot AGP / PCI-E nya dengan tinner yang berkualitas. Cara lainnya dengan memberihkan fisik VGA menggunakan kuas, dan memberihkan kaki emasnya menggunakan penghapus. Jika masalah komputer restart sendiri ada pada VGA yang rusak, sebaiknya ganti VGA komputer Anda. Harga VGA bervariasi tergantung jenis slot apakah AGP atau PCI-E dan size dari VGA tersebut. Untuk lebih jelasnya silahkan konsultasikan dengan tehnisi komputer yang ada di sekitar tempat Anda.

4. Harddisk
Bad sector atau istilah untuk kerusakan yang sering dialami harddisk juga dapat menyebabkan komputer restart sendiri. Kenapa terjadi Bad Sector ? Biasanya disebabkan oleh kurangnya supply power dan voltase listrik yang tidak stabil. Mengenai supply power sudah dijelaskan pada nomor 1, adapun jika voltase listrik tidak stabil, silahkan tambahkan penggunaan stabilizer atau UPS. Untuk stabilizer, pastikan Anda memilih yang memiliki auto motor. Harga power supply jenis auto motor berkisar antara Rp 150.000 s.d. Rp 200.000 dan dapat Anda peroleh di toko komputer terdekat. Bagaimana cara mengetahui kondisi harddisk mengalami Bad Sector ? Silahkan gunakan software semisal Hireen Boot CD, atau konsultasikan kepada tehnisi komputer di sekitar Anda.

5. Memory atau RAM
Gejala restart yang disebabkan oleh memory atau RAM biasanya di awali dengan blue screen. Beruntunglah jika memory tersebut hanya kotor karena Anda masih bisa membersihkan kaki emasnya menggunakan penghapus atau slot memorynya menggunakan tinner berkualitas. Namun jika memory rusak, hmm.. sepertinya Anda bersiap merogoh kocek untuk menggantinya dengan yang baru. Harganya berkisar tergantung size dan jenis memory. Konsultasikan kepada tehnisi komputer terdekat mengenai jenis memory komputer Anda, apakah SDRAM, DDR1, DDR2, atau sudah DDR3.

Demikian artikel yang dapat saya tuliskan, jika belum menjadi solusi saran saya di bawa saja ke toko komputer terdekat Anda untuk di cek oleh tehnisinya. Jangan bermain api jika Anda takut terbakar. Serahkan pada ahlinya.. namun sekedar mencoba, why not ??? :-)


4 comments :

  1. Makasih mas dian atas penjelasannya. Saya jadi lebih mudeng sekarang, kemarin habis install ulang, karena komputer jadul (pentium 4 awal) hanya saya pasang smadav. ketika colok flashdisk yang ternyata mengandung virus (isi flashdisk), virus di dalamnya yang buatan lokal di tebas habis, tapi yang buatan luar nggak kena karena tidak ada anvir luar negeri.. efek restart terus baru terasa setelah saya restart dan selamanya nggak bisa masuk windows lagi. setelah saya konsultasikan dan install ulang lagi ternyata rebes, eh maksudnya beres. :-)

    ReplyDelete
  2. terima kasih banyak untuk berbagi informasi ... Semoga Tuhan memberikan yang terbaik buat Kita Semua

    ReplyDelete
  3. Postingannya bagus banget, ini pasti bisa membantu nambah pengetahuan buat saya..

    ReplyDelete